Masa Lalu, Masa Kini, Masa Depan

Waktu bergerak secepat anak panah. Seringkali kita baru menyadarinya, ketika kita sudah kehilangan waktu. Yang dulu masih bayi, sekarang sudah jadi anak-anak. Yang dulu masih muda sekarang sudah jadi tua.

Secara umum waktu/masa terbagi menjadi 3: masa lalu, masa kini dan masa depan. Dari ketiga masa tersebut yang paling berharga adalah masa kini. Karena waktu yang kita punya dan sedang kita jalani adalah masa kini, bukan masa depan apalagi masa lalu.

Continue reading “Masa Lalu, Masa Kini, Masa Depan”

Rasa Malu Ke Surga

indahnya alam

Sebuah artikel dari Ustadz Yusuf Mansur yang patut kita renungkan. Semoga bermanfaat.

Banyak orang yang menyangka kalau sudah rajin sholat, rajin ibadah, pasti “tiket” ke syurga sudah di kantong, seperti dia sudah yakin banget bahwa syurga pasti dimasukinya. Kebanyakan orang lupa bahwa bukan ibadahnya yang menyebabkan dia dapat dimasukan ke dalam syurga, tapi semat-mata karunia Allah SWT. Menagapa? Coba kita lihat uraia berikut ini. Continue reading “Rasa Malu Ke Surga”

Jangan Memaksakan Sesuatu Yang Belum Waktunya

Memaksakan sesuatu yang belum waktunya adalah kebodohan yang sangat bodoh. Bodoh 100%. Karena semua kejadian yang ada di muka bumi ini telah diatur dan ditentukan waktunya oleh Allah. Matahari tidak akan muncul di malam hari karena waktunya matahari itu muncul di siang hari. Kalau sedang kemarau jangan memaksa minta hujan. Tapi biarlah itu semua berjalan dengan sunatullah. Kalau sudah waktunya maka semua akan terjadi. Continue reading “Jangan Memaksakan Sesuatu Yang Belum Waktunya”

Bila Waktu T’lah Berakhir

tetes air embun

bagaimana kau merasa bangga
akan dunia yg sementara
bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
meninggalkan dirimu

bagaimanakah bila saatnya
waktu terhenti tak kau sadari
masikah ada jalan bagimu untuk kembali
mengulangkan masa lalu

dunia dipenuhi dengan hiasan
semua dan segala yg ada akan
kembali padaNya

bila waktu tlah memenggil
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati tingallah sepi

– Opick –

Jangan Bersedih

Jangan bersedih karena hidup miskin, karena masih banyak orang di sekitar Anda yang hidup dililit hutang!
Jangan bersedih karean tak punya mobil, sebab masih banyak orang di sekitar Anda yang kakinya buntung.
Jangan bersedih karena suatu penyakit, karena masih banyak orang lain yang mungkin telah bertahun-tahun tergolek lemas di atas ranjang.

(La Tahzan)

Kerja dimanakah kita?

hidup.jpg

 

Pernahkah kita “merenungkan” hal ini ketika mencari kerja? Masih peduli kah kita dengan rakyat bangsa ini. Semoga tulisan berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.

Catatan sohib….

Rekan sekalian,

Dalam buku biografi bung Karno, ada diceritakan, bagaimana dulu beliau pernah protes pada dosen nya yg orang Belanda, mengapa kami hanya diajari ilmu membuat jalan ke pabrik2 gula punya belanda , membuat gedung2 besar utk belanda? dan begitu pula semua ilmu lain nya, adalah yg ujung2 nya untuk keperluan belanda (asing)?

Mengapa tak diajari membuat saluran irigasi utk sawah2 bangsa kami, tak diajari membuat bangunan utk keperluan bangsa kami ( Indonesia )? Continue reading “Kerja dimanakah kita?”