Bahagia Tanpa Syarat

laut biru
Sebuah artikel menarik tentang BAHAGIA. Apa itu bahagia? bagaimana cara mencapainya? Semoga kita bisa mengambil hikmah dari artikel ini.

Kita hidup di masyarakat yang menyebarkan mitos “Saya akan bahagia jika …..”. Misalnya : Saya akan bahagia jika punya rumah, mobil, pasangan yang baik dan seterusnya. Artinya kita telah dikondisikan bahwa bahagia itu hanya bisa dicapai jika memenuhi persyaratan (eksternal) tertentu.

Berhentilah sejenak. Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara yang masuk dan ke luar paru-paru anda, dan lakukan lah beberapa kali. Bagaimana rasanya ? Kita tak perlu punya status atau jabatan tertentu, bekerja keras atau tidak, tak perlu kualifikasi tertentu untuk merasakan nikmatnya bernafas. Anda sepenuhnya berhak, tanpa syarat apapun. Continue reading “Bahagia Tanpa Syarat”

Rasa Malu Ke Surga

indahnya alam

Sebuah artikel dari Ustadz Yusuf Mansur yang patut kita renungkan. Semoga bermanfaat.

Banyak orang yang menyangka kalau sudah rajin sholat, rajin ibadah, pasti “tiket” ke syurga sudah di kantong, seperti dia sudah yakin banget bahwa syurga pasti dimasukinya. Kebanyakan orang lupa bahwa bukan ibadahnya yang menyebabkan dia dapat dimasukan ke dalam syurga, tapi semat-mata karunia Allah SWT. Menagapa? Coba kita lihat uraia berikut ini. Continue reading “Rasa Malu Ke Surga”

Tujuh Tanda Kebahagiaan Di Dunia

Motivasi diri

Semoga artikel ini bisa  bermanfaat bagi kita semua.

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Continue reading “Tujuh Tanda Kebahagiaan Di Dunia”

Tidak Masalah Menjadi Kecap Nomor 2

Memang tidak ada kecap nomor 2 di pasar, semua nomor 1. Trik seperti ini digelar tidak saja untuk membuat calon konsumen tergiur, tapi juga sekaligus untuk “menggertak” pesaing agar berfikir 2 kali sebelum terjun ke kancah yang sama. Dan memang bagi yang bernyali kecil, daripada harus berdarah-darah bertarung dengan si nomor 1, lebih baik cari lahan lain yang lebih aman saja.

Tapi tidak bagi yang bermental jawara. Kemarin orang lain boleh muncul sebagai nomor 1 – dan saya nomor 2 , namun hari ini harus saya yang nomor 1. Kalau hari ini masih orang lain yang nomor 1 – dan saya nomor 2 – besok giliran saya yang nomor 1. Demikian kira-kira falsafah hidup mereka. Continue reading “Tidak Masalah Menjadi Kecap Nomor 2”

Rahasia 90 : 10

Motivasi Hidup

Suatu hari Anda sarapan bersama di rumah. Anak perempuan anda tiba-tiba tanpa sengaja menumpahkan kopi sehingga baju seragam Kerja anda kotor. Anda lepas kendali, memaki-maki anak Anda sehingga dia menangis. Kemarahan anda merembet kepada pembantu karena menaruh cangkir kopi terlalu dekat ke anak Anda.

Terjadi debat kusir dengan pasangan anda. Dengan rasa jengkel, anda tinggalkan meja untuk ganti seragam. Selesai ganti pakaian, anda melihat anak anda masih menangis dan bersiap untuk pergi sekolah tanpa menyelesaikan sarapannya. Tapi dia ( anak ) sudah ditinggalkan mobil jemputan. Anda bergegas ke mobil dan berteriak kepada anak anda untuk segera naik mobil. Anda terpaksa mengantarnya ke sekolah.Kemudian ngebut karena terlambat.Sialnya waktu memotong jalan, anda dihentikan polisi dan terpaksa damai dengan memberikan imbalan Rp. 50.000,-. Sampai di sekolah, anak anda langsung lari dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata-kata. Setelah berjuang keras, akhirnya anda tiba dikantor terlambat 20 menit. Pada saat itu, anda baru sadar bahwa anda lupa membawa tas kerja anda.
Continue reading “Rahasia 90 : 10”

Sensitif terhadap Waktu

motivasi hidup

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita …

Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah tanda kebodohan yang memengaruhi jiwa (Ibnu Athailah).

Sesungguhnya waktu akan menghakimi orang yang menggunakannya. Saat kita menyia-nyiakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang sia-sia.

Saat kita menganggap waktu tidak berharga, maka waktu akan menjadikan kita manusia tidak berharga. Demikian pula saat kita memuliakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang mulia. Karena itu, kualitas seseorang terlihat dari cara ia memperlakukan waktu.

Allah SWT menegaskan bahwa orang rugi itu bukan orang yang kehilangan uang, jabatan atau penghargaan. Orang rugi itu adalah orang yang membuang-buang kesempatan untuk beriman, beramal dan saling nasihat-menasihati (QS Al Ashr [103]: 1-3).

Continue reading “Sensitif terhadap Waktu”