Bayar Pajak PPH Final via Internet Banking Mandiri

pengalamanku bayar pajak secara online
Sekarang bayar pajak penghasilan pribadi semakin mudah. Selain via kantor pos dan bank, Anda juga bisa membayar pajak lewat ATM dan internet banking. Kalau menurut saya pribadi, opsi pembayaran pajak via internet banking yang paling enak. Tidak perlu antri lama dan bisa di lakukan dari rumah. hehe

Saya sudah mencoba bayar Pajak PPH Final 1% tahun 2014 kemarin via internet banking mandiri. Tidak butuh waktu lama, cukup 5 menit-an sudah selesai. Awalnya sih sempat bingung dan ragu, apakah memang bisa bayar pajak secara online. Namun, setelah mencoba sendiri ternyata sangat mudah.

Bagaimana dengan bukti bayar pajak nya? Tenang, setelah selesai transaksi kita bisa print bukti pembayaran pajak. Nanti hasil print nya bisa kita lampirkan ke laporan SPT tahunan.

UPDATE: Mulai bulan agustus 2016, pembayaran pajak online lewat internet banking mandiri perlu kode e-billing yang bisa diperoleh di https://djponline.pajak.go.id/

Tertarik mencoba bayar pajak secara online?  Berikut ini langkah-langkah nya,

Cara Bayar Pajak Final 1% Bruto Lewat Internet Banking Mandiri

1. Login ke Internet banking mandiri di sini
2. Klik Menu Bayar > Penerimaan Negara
3. Pilih no rekening pembayaran dan dan untuk jenis pajak pilih PAJAK/PNBP/CUKAI

bayar-pajak-pakai-e-billing-di-bank-mandiri

4. Masukkan kode e-billing yang bisa di peroleh di https://djponline.pajak.go.id (*Harus sudah daftar dulu sebelumnya)

NOTE: Saat anda masuk di web djponline.pajak.go.id, perhatikan poin-poin di bawah ini.

  • Proses memasukkan nomer NPWP, masa pajak, dan jumlah pajak terutang dilakukan saat kita mengisi Form Surat Setoran Elektronik di djponline.pajak.go.id.
  • Jangan lupa untuk jenis pajak final 1% bruto pilih kode jenis pajak: 411128 dan kode jenis setoran: 420. Setelah kita submit form SSE, maka kita akan mendapatkan kode e-billing.
  • Masa Pajak : Pembayaran pajak di lakukan bulan depan dari masa pajak. Misal, untuk masa pajak Januari, di bayar pada bulan Februari. Untuk masa pajak Februari di bayar bulan Maret dst.
  • Jumlah Setor: Besar pajak final 1% x bruto yang ingin dibayar. Misal, bulan Januari 2015 pendapatan bruto sebesar 5 juta. Maka pajak terutang (yang harus dibayar) sebesar 1% x 5 juta = 50 ribu.

Kode e billing pajak online

5. Klik tombol Lanjutkan
6. Pada Konfirmasi akan muncul detail data NPWP, Masa pajak, Penerima pajak, jumlah yang akan di bayarkan. Cek data yang telah Anda inputkan, kalau sudah yakin benar silakan centang kotak kecil di sebelah kanan tulisan “IDR” (lihat gambar di bawah)

Konfirmasi Bayar Pajak

7. Klik Lanjutkan
8. Buka token mandiri dan pilih APPLY 1. Masukkan ‘challenge code’ dari internet banking mandiri dan masukkan ke token. Masukkan nomer respon token ke kolom kosong di sebelah tulisan Masukkan ‘pin Mandiri’ untuk konfirmasi (Metode APPLI 1)” (lihat gambar di bawah).

Masukkan Token

9. Klik tombol kirim
10. Setelah transaksi berhasil. Jangan lupa untuk mencetak (print) bukti pembayaran dengan mengeklik tombol CETAK.

Transaksi bayar pajak berhasil

Tips: kalau anda menggunakan browser chrome, Anda bisa menyimpan bukti bayar ke file PDF. Klik cetak > pilih opsi destination ke save as PDF. Simpan baik-baik bukti pembayaran dan lampirkan saat laporan SPT awal tahun 2016.

Cetak Bukti Bayar Pajak ke PDF

Note: Pembayaran pajak PPH Final paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Misal, pajak bulan Januari 2015 paling lambat di bayar tanggal 15 Februari 2015.

Semoga Bermanfaat happy

Update: 4 Okt 2016 3:41PM

Advertisements

14 thoughts on “Bayar Pajak PPH Final via Internet Banking Mandiri

  1. Kan saya baru tahu nih harus setor per bulan untuk pph final nya, jadi untuk bulan januari 2015 sampai bulan lalu kemarin gimana ya? kan saya belum setor tuh, apa kena denda atau masih bisa setor lagi?

    1. Harus tetap bayar untuk bulan jan-des 2015. Untuk memastikan kena denda atau tidak silakan konsultasi dengan AR kantor pajak terdekat. Kebetulan, saya belum pernah ngalamin kasus seperti itu, jadi tidak bisa menjawab soal denda nya.

    1. Untuk peredaran bruto bulanan nanti diisi di form khusus yang sudah ada di paket form SPT Tahunan (bisa ambil di kantor pajak). Jadi, nanti yang di bawa ke kantor pajak SPT yang telah diisi + print bukti bayar pajak (jan-dec 2015)

  2. Jika untuk pajak final 1% dari bulan januari dan februari 2016 saya belum bayar pajak 1% nya,
    dikenakan denda atau tidak ya pak? Untuk pembayaran di bulan April 2016? Kalau iya berapa persen denda yang harus di bayar?

    1. Kalau telat bayar pajak final 1% kena dendan 2% dari nominal yang telat. Misal bulan feb 2016, bayar pajak sebesar misal 100ribu. Trus lupa gak bayar, maka dendanya 2% x Rp. 100.000,- = Rp 2000,-.

      Nah, untuk prosedur pembayaran denda pajak dan pelaporannya bagaimana, silakan konsultasikan ke AR kantor pajak setempat. Karena saya bukan orang pajak dan belum pernah punya pengalaman bayar denda pajak. Atau bisa juga coba konsultasi di forum http://www.ortax.org/ortax/?mod=forum

  3. Mau tanya, kalo di internet banking bca kan ada klikbca individual dan klikbca business, katanya sih cuma klikbca business yg bisa setor pph final, nah kalo di internet banking mandiri apakah ada pembagian kategori individual dan business seperti itu juga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s