Difabel, Panas Tinggi dan Jarum Suntik

Barusan saya blogwalking dan blogreading otobiografi nya mas Bahrul Fuad atau biasa dipanggil Cak Fu. Dia bercerita tentang kisah hidupnya sebagai difabel mulai dari masa kecil sampai masa dewasanya. Cak fu merupakan seorang pejuang kesetaraan kaum difabel. Diantara ceritanya itu ada satu bagian yang menarik buat saya yakni penyebab orang menjadi difabel. Ternyata sebagian besar kaum difabel memiliki kasus yang sama yakni, disuntik ketika mengalami panas tinggi. Berikut cuplikan dari blognya cakfu:

Ketika sudah dewasa sekarang ini, saya sering melakukan sharing dengan sesama difabel yang dilahirkan antara tahun 1960 an hingga tahun 1980 an, ternyata banyak dari kawan – kawan difabel yang mengalami kasus serupa ketika masa kanak – kanak. Mereka mengalami demam panas tinggi saat balita kemudian diberikan suntikan oleh dokter dan akhirnya mereka tidak dapat berjalan kembali. Saya sudah mencoba konfirmasi kepada beberapa teman yang berprofesi sebagai dokter, namun saya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena medik yang terjadi sekitar tahun 1960 hingga 1980 an. Mereka mengatakan bahwa yang jelas fenomena tersebut bukan merupakan malpraktek penanganan medik. Namun fakta menunjukkan bahwa sebagian besar difabel yang kini berusia antara 20 hingga 40 tahun pada usia balita mengalami kasus demam tinggi dan mendapatkan suntikan dari dokter dan sekarang mereka mengalami polio dan juga CP (Cerebral Palsy).

Menurut hemat saya fenomena medis ini sangat menarik untuk diteliti, namun hingga sekarang saya belum membaca satupun hasil penelitian dari kasus tersebut. Pertanyaan saya yang hingga kini belum terjawab adalah apakah pada dekade tersebut di Indonesia sedang terjadi wabah polio atau wabah penyakit lainnya? Atau mungkin pada masa itu teknologi kedokteran belum begitu maju?

Ternyata apa yang dialami cak fu dan teman-temannya ternyata sama dengan yang saya alami. Saya juga pernah menanyakan hal ini kepada teman-teman saya di PSBD Suryatama. Mereka bercerita bahwa saat kecil kondisi mereka normal dan tidak ada masalah dengan fisiknya. Tetapi, setelah disuntik oleh dokter saat mengalami panas tinggi. Tiba-tiba mereka sudah tidak bisa berjalan lagi. Apakah Indonesia sedang terjadi wabah polio pada waktu itu? seperti yang cak fu bilang. Saya sendiri juga belum menemukan jawabannya. Bukannya saya mempermasalahkan apa yang telah terjadi. Cuma, saya penasaran dengan banyaknya kasus yang sama diantara teman-teman difabel.

Mungkin ini bisa menjadi bahan penelitian buat para dokter yang concern dengan soal difabel?

Advertisements

2 thoughts on “Difabel, Panas Tinggi dan Jarum Suntik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s