DIFFERENSIAL CINTA

Saat aku bersua dengan eksponen jiwamu, sinus
kosinus hatiku bergetar,
Membelah rasa. Diagonal-diagonal ruang hatiku
bersentuhan dengan
diagonal-diagonal bidang hatiku

Jika aku adalah akar-akar persamaan x1 dan x2
maka engkaulah persamaan
dengan akar-akar 2×1 dan 2×2.
Aku ini binatang jalang. Dari himpunan yang
kosong, Kaulah integrasi
belahan jiwaku, Kaulah kodomain dari fungsi
hatiku, Kemana harus kucari
modulus vektor hatimu?

Dengan besaran apakah harus kunyatakan
cintaku?
kulihat variabel dimatamu, Matamu bagaikan 2
elipsoid, hidungmu
bagaikan asimptot-asimptot hiperbola, kulihat
grafik cosinus dimulutmu,
modus ponen…. podue tollens….

entah dengan modus apa kusingkap logika
hatimu…..
Beribu-ribu matriks ordo 2×2 kutempuh
Bagaimana kuungkap adjoinku padamu ? kujalani
tiap barisan geometri
yang tak
hingga jumlahnya
pula.. tiap barisan aritmatika yang tak terhitung.
Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek
berimpit pada pukul

Advertisements

One thought on “DIFFERENSIAL CINTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s